Beredar sebuah unggahan di media sosial Instagram dengan narasi yang mengeklaim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya El Nino sangat kuat relatif kecil pada paruh kedua tahun 2026.
Faktanya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama RR. Rima Eryani mengatakan klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari bmkg.go.id, BMKG memprediksi fenomena El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan puncak intensitas melebihi kategori kuat. Potensi kekeringan ini dapat semakin diperparah dengan potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada periode September hingga Desember 2026. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa BMKG memperkuat langkah mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah prioritas Indonesia, sekaligus menggalang respons cepat dan terintegrasi dari seluruh pihak guna mengantisipasi lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kekeringan.