Kecamatan Cipondoh
Selasa, 10 Februari 20091. Wilayah Admininistrasi
Kecamatan Cipondoh memiliki luas wilayah 1.791 Ha. Secara administrasi berbatasan dengan :
§ Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tangerang.
§ Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang dan Kecamatan Kembangan Kotamadya Jakarta Barat.
§ Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Batuceper Kota Tangerang, Kecamatan Kalideres dan Kecamatan Cengkareng Kotamadya Jakarta Barat.
§ Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Pinang.
Kecamatan Cipondoh terdiri dari 10 Kelurahan yaitu : Kelurahan Poris Plawad Indah, Cipondoh, Kenanga, Gondrong, Petir, Ketapang, Cipondoh Indah, Cipondoh Makmur, Poris Plawad Utara dan Poris Plawad.
2. Kondisi Fisik dan Hidrologi
Kecamatan Cipondoh merupakan daerah yang relatif datar yang sebagian besar berada pada ketinggian 10 - 30 m dpl. Dilihat dari kemiringannya Kecamatan Cipondoh memiliki kemiringan 0 - 30 %, jenis tanah yang ada berjenis Asosiasi Latosol Merah / Latosol Coklat Kemerahan. Apabila dilihat dari hidrologi Kecamatan Cipondoh dialiri oleh Kali Angke yang berhulu dari Kecamatan Serpong Kabupaten Tangerang dan berakhir di Jakarta bagian barat. Suhu udara antara 21 - 34 O C dengan curah hujan berkisar antara 1.500 - 2.000 mm/tahun dengan jumlah maksimal hari hujan d6n jumlah hari hujan 90 hari. Kecamatan Cipondoh dialiri oleh Kali Angke maka sering mengalami banjir yang sering terjadi apabila musim penghujan.
3. Demografi
Pada tahun 2001 jumlah penduduk Kecamatan Cipondoh berjumlah 133.592 jiwa dan pada tahun 2003 berjumlah 134.207 jiwa. Selama periode tersebut penduduk Kecamatan Cipondoh bertambah 615 jiwa atau meningkat 0,23 %. Distribusi Penduduk terbesar terdapat di Kelurahan Cipondoh Makmur dan distribusi penduduk terkecil terdapat di Kelurahan Kenanga.
Dilihat dari jumlah penduduk menurut umur, penduduk menurut umur dengan jumlah tertinggi adalah umur 15 - 65 tahun adalah 14.408 jiwa sedangkan terendah adalah umur > 75 tahun yang berjumlah 969 jiwa. Dilihat dari penduduk menurut jenis kelamin, penduduk laki-laki yang mendominasi dengan jumlah 68.797 jiwa sedangkan wanita 65.410 jiwa.
Dilihat dari penduduk menurut pendidikan, jumlah penduduk yang lulusan SLTA mendominasi yaitu 12.492 jiwa sedangkan penduduk tamat SD-SLTP berjumlah 8.890 jiwa, tidak tamat SD berjumlah 3.919 jiwa.
4. Arahan Struktur Ruang
Dalam konteks arahan pengembangan wilayah kecamatan di Kota Tangerang, Kecamatan Cipondoh diarahkan untuk fungsi Perumahan menengah-kecil, perkantoran bisnis, komersial/pertokoan/perdagangan dan jasa, industri kecil-sedang (industri ringan/ekspor), pertanian terbatas, pusat pemasaran industri kecil, kegiatan khusus pasar tanaman hias/peneduh, terminal, pasar induk bahan pangan (Poris Plawad) dan rekreasi. (sumber : RDTR Kec. Cipondoh 2004-2014).
Dalam usaha menjangkau tingkat pelayanan kota yang lebih optimal, Kecamatan Cipondoh akan dibagi menjadi beberapa Sub Bagian Wilayah Kota (Sub BWK) yang pada akhirnya akan dilayani oleh pusat-pusat pelayanan kota dengan skala pelayanan yang terhirarkis (lebih kecil). Pembentukan Sub BWK ini akan didasarkan pada kesatuan wilayah yang memiliki ciri khas dalam dominasi fungsi, guna lahan maupun karakteristik fisiknya.
Kecamatan Cipondoh mempunyai kecenderungan perkembangan memusat pada satu daerah dan mengikuti jalur jalan regional. Oleh karena itu, konsep pengembangan tata ruang kota yang disusun akan mengarahkan perkembangan lebih merata dan tidak terpusat di sepanjang jalur jalan tersebut. Dengan demikian pengembangan kota dapat menciptakan pelayanan yang efisien baik dalam pemanfaatan ruang maupun jangkauan pelayanan yang disediakan.
Dalam usaha menjangkau tingkat pelayanan kota yang lebih optimal, maka Kecamatan Cipondoh akan dibagi menjadi beberapa sub bagian wilayah kota (Sub BWK) yang pada akhirnya akan dilayani oleh pusat-pusat pelayanan kota dengan skala pelayanan yang terhirarkis (lebih kecil). Pembentukan Sub BWK ini akan didasarkan pada kesatuan wilayah yang memiliki ciri khas dalam dominasi fungsi, guna lahan maupun karakteristik fisiknya.
Pemberlakuan blok ini merupakan suatu cara untuk mempermudah penentuan intensitas peruntukkan lahan dan penentuan kritera-kriteria pengendalian fisik lingkungan di Kecamatan Cipondoh. Penentuan masing-masing unit blok ini mempunyai hirarki yang sama dan pada setiap kelurahan dapat terdiri dari beberapa unit blok lingkungan perencanaan. Penentuan batas masing-masing unit blok ini didasarkan pada batas administrasi serta kondisi fisik alamnya, seperti batas administrasi, jalan ataupun sungai.
Selain berdasarkan kondisi fisik yang ada sebagai dasar pertimbangan dalam penetapan unit blok, juga didasarkan atas :
1. Memberikan kemudahan dalam menentukan kebutuhan ruang dalam unit yang lebh kecil. Masing-masing kelurahan di Kecamatan Cipondoh memiliki luas wilayah administrasi yang cukup besar sehingga dapat menimbulkan kesulitan analisis dan rencana tingkat detail yang sesuai.
2. Memiliki homogenitas pemanfaatan ruang yang didasarkan pada kesesuaian dan kesamaan karakteristik serta kemungkinan pengembangannya, terutama yang berkaitan dengan penggunaan lahan pada setiap unit blok peruntukkan yang akan dibentuk.
Berdasarkan kriteria tersebut, maka di Kecamatan Cipondoh dibagi menjadi 4 Sub BWK yaitu Sub BWK A, B, C, dan D dengan rincian sebagai berikut :
1. Sub BWK A
Sub Bagian Wilayah Kota A ini terdiri dari unit lingkungan A1, A2, A3, dan A4 dengan lokasi A1 Sebagian Kel. Poris Plawad, A2 sebagian Kel. Poris Plawad dan Sebagian Kel. Cipondoh Makmur, A3 Sebagian Kel Poris Plawad Utara, A4 sebagian Kel. Cipondoh Makmur dan Pusat Lingkungan Poris Plawad. Sub BWK A ini mempunyai luas sebesar 323,71 ha. Lokasi Sub BWK A ini di sebelah utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Batuceper, sebelah selatan dibatasi Jl. KH. Hasyim Ashari, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tangerang dan sebelah timur dibatasi Jl. Maulana Hasanudin.
2. Sub BWK B
Sub Bagian Wilayah Kota B ini terdiri dari unit lingkungan B1 - B6 dengan Lokasi B1 dan B2 di Kel. Poris Plawad Indah, B3 sebagian Kel. Poris Plawad Utara dan sebagian Kel. Cipondoh, B4 sebagian Kel. Cipondoh dan Kel. Cipondoh Indah, B5 Kel. Kenanga dan B6 Kelurahan Cipondoh serta Sebagian Kel. Kenanga, Pusat Lingkungan berada di Kel. Cipondoh. Sub BWK B ini mempunyai luas 575,33 ha. Lokasi Sub BWK B ini di sebelah utara dibatasi Jl. KH. Hasyim Ashari, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pinang, sebelah barat berbatasan langsung dengan Kecamatan Tangerang dan sebelah timur dibatasi Jalan lingkungan sekitar Kelurahan Kenanga.
3. Sub BWK C
Sub Bagian Wilayah Kota C ini terdiri dari unit lingkungan C1 - C4 dengan lokasi C1 di Kel. Cipondoh Indah, C2 Kel. Cipondoh Indah, C3 sebagian Kel. Cipondoh Indah dan Sebagian Kel. Ketapang, dan C4 berada sebagian di Kel. Ketapang. Pusat lingkungan adalah Kel. Cipondoh Indah. Sub BWK C ini mempunyai luas 358,99 ha. Lokasi Sub BWK ini di sebelah utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Batuceper, sebelah selatan dibatasi dengan Kali Sipon, sebelah barat dibatasi Jl. Maulana Hasanudin dan sebelah timur dibatasi jalan lingkungan sekitar Kelurahan Ketapang.
4. Sub BWK D
Sub Bagian Wilayah Kota D ini terdiri dari unit lingkungan D1 - D6 dengan lokasi D1 sebagian Kel. Kenanga dan Kel. Gondrong, D2 Kel. Gondrong, D3 sebagian Kel. Ketapang dan Kel. Gondrong, D4 sebagian Kel Petir, D5 sebagian Kel. Petir, D6 sebagian Kel. Petir. Dengan Pusat Lingkungan di Kel. Gondrong. Sub BWK D ini mempunyai luas 532,98 ha. Lokasi Sub BWK ini di sebelah utara berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Karangtengah, sebelah barat dibatasi dengan jalan lingkungan sekitar Kelurahan Ketapang dan sebelah timur berbatasan dengan Kali Angke.
Masing-masing Sub Bagian Wilayah Kota (Sub BWK) akan dikembangkan pusat kegiatan dan difungsikan sebagai pusat orientasi sehingga membentuk pola multiple-nuclei.
Masing-masing Sub BWK mempunyai fungsi utama dan penunjang yang melayani pusat kegiatan dengan skala pelayanan lokal (lingkungan). Sehingga dengan adanya pusat lingkungan akan menjangkau pelayanan kegiatan di Kecamatan Cipondoh.
TABEL
RENCANA LUAS SUB BWK DAN BLOK
|
SUB BWK |
PUSAT |
UNIT LINGKUNGAN |
AREA UNIT LINGKUNGAN |
LUAS (HA) |
||
|
A |
Poris Plawad |
A1 |
Sebagian Kel. Poris Plawad |
98,80 |
||
|
A2 |
Sebagian Kel. Poris Plawad dan sebagian Kel. Cipondoh Makmur |
71,55 |
||||
|
A3 |
Sebagian Kel. Poris Plawad Utara |
91,83 |
||||
|
A4 |
Sebagian Kel. Cipondoh Makmur |
61,73 |
||||
|
Jumlah |
323,71 |
|||||
|
B |
Cipondoh |
B1 |
Sebagian Kel. Poris Plawad Indah |
107,17 |
||
|
B2 |
Sebagian Kel. Poris Plawad Indah |
65,54 |
||||
|
B3 |
Sebagian Kel. Poris Plawad Utara dan Sebagian Kel. Cipondoh |
91,61 |
||||
|
B4 |
Sebagian Kel. Cipondoh dan Kel. Cipondoh Indah |
85,55 |
||||
|
B5 |
Sebagian Kel. Kenanga |
91,68 |
||||
|
B6 |
Sebagian Kel. Cipondoh dan sebagian Kel. Kenanga. |
133,78 |
||||
Jumlah |
575,33 |
|||||
|
C |
Cipondoh Indah |
C1 |
Sebagian Kel. Cipondoh Indah. |
132,83 |
||
|
C2 |
Sebagian Kel. Cipondoh Indah |
65,19 |
||||
|
C3 |
Sebagian Kel. Cipondoh Indah dan sebagian Kel. Ketapang. |
39,03 |
||||
|
C4 |
Sebagian Kel. Ketapang. |
91,93 |
||||
Jumlah |
358,98 |
|||||
|
D |
Gondrong |
D1 |
Sebagian Kel. Kenanga dan sebagian Kel. Gondrong. |
84,01 |
||
|
D2 |
Sebagian Kel. Gondrong. |
95,48 |
||||
|
D3 |
Sebagian Kel. Ketapang dan sebagian Kel. Gondrong. |
91,76 |
||||
|
D4 |
Sebagian Kel. Petir. |
86,58 |
||||
|
D5 |
Sebagian Kel. Petir. |
91,16 |
||||
|
D6 |
Sebagian Kel. Petir. |
83,99 |
||||
|
Jumlah |
532,98 |
|||||
|
|
JUMLAH TOTAL |
1.791,00 |
||||
Sumber : Hasil Analisis, 2004
5. Rencana Penggunaan Lahan
Berdasarkan arahan RTRW Kota Tangerang, Kecamatan Cipondoh diarahkan pembangunannya sebagai industri kecil/rumah tangga dan perumahan menengah kecil penggunaan lahan Kecamatan Cipondoh untuk kegiatan perumahan merupakan penggunaan yang paling dominan dalam pemanfaatan lahan terbangun.
Pola penggunaan lahan di Kecamatan Cipondoh secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian utama, yaitu lahan terbangun dan tidak terbangun. Lahan terbangun dengan luas 1.149,41 ha (64,18%) terdiri dari perumahan dan bangunan lainnya. Sedangkan lahan tidak terbangun dengan luas 641,59 ha (35,82%) terdiri dari sawah pengairan, sawah tidak berpengairan, sawah tidak diusahakan, ladang/tegalan/kolam.
Berdasarkan arahan RTRW Kota Tangerang, Kecamatan Cipondoh diarahkan pembangunannya sebagai industri kecil / rumah tangga dan perumahan menengah kecil Penggunaan lahan Kecamatan Cipondoh untuk kegiatan perumahan merupakan penggunaan yang paling dominan dalam pemanfaatan lahan terbangun, kegiatannya dapat dibedakan dalam dua kelompok, yaitu :
- Perumahan yang tumbuh dan berkembang tidak tertata dalam skala ruang yang relatif kecil atau yang lazim disebut dengan perkampungan.
- Perumahan yang tumbuh dan berkembang dibangun secara massal oleh perusahaan atau lembaga pengembang dalam skala ruang yang relatif besar dengan berbagai kelengkapan fasilitas sosial yang umumnya disebut kompleks perumahan.
Gambaran rencana pemanfaatan ruang pada masing-masing Sub BWK, pengembangannya adalah sebagai berikut :
1) Sub BWK A.
Sub Bagian Wilayah Kota ini terdiri dari 4 unit lingkungan dengan luas 323,71 ha. Pada Sub BWK ini kegiatan utamanya adalah transportasi skala regional kota, perdagangan dan jasa, industri, dan perumahan. Pada Sub BWK ini keberadaan terminal sangat mendukung terhadap aksesibilitas perkembangan Kecamatan Cipondoh. Kegiatan pemanfaatan lahan lainnya adalah untuk perdagangan dan jasa akan direncanakan di sepanjang Jl. Benteng Betawi. Keberadaan industri di Sub BWK ini akan tetap dipertahankan dengan pengaturan faktor lingkungan yang ketat. Pada sub BWK ini arahan pengembangannya adalah untuk kegiatan permukiman dengan kepadatan tinggi dan sedang. Untuk menunjang perumahan di Sub BWK ini perlu adanya penambahan fasilitas sosial.Di sekitar terminal dialokasikan untuk ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi sebagai buffer kebisingan terminal.
2) Sub BWK B.
Sub Bagian Wilayah Kota ini terdiri dari 6 unit lingkungan dengan luas 575,33 ha. Pada Sub BWK kegiatan utamanya adalah pusat pemerintahan skala kecamatan, pendidikan, perdagangan dan jasa, perumahan, dan rekreasi. Untuk pusat pemerintahan tetap dipertahankan letaknya karena berada di tengah-tengah Kecamatan Cipondoh. Arahan untuk perdagangan dan jasa berada di sepanjang Jl. KH. Hasyim Ashari. Perumahan di Sub BWK ini dikembangkan di lahan-lahan yang masih kosong. Untuk menunjang perumahan di Sub BWK ini perlu adanya penambahan fasilitas sosial. Untuk pengembangan pariwisata di sekitar Situ Cipondoh perlu adanya ruang terbuka hijau di sekeliling situ dan fasilitas penunjang sarana rekreasi.
3) Sub BWK C.
Sub Bagaian Wilayah Kota ini terdiri dari 4 unit lingkungan dengan luas 358,99 ha. Pada Sub BWK ini kegiatan utamanya adalah perdagangan, jasa dan perumahan. Arahan perdagangan dan jasa pada sub BWK ini dialokasikan di sepanjang Jl. KH. Hasyim Ashari. Sedangkan arahan untuk perumahan dikembangkan di lahan-lahan yang masih kosong dengan mengembangkan fasilitas penunjang lainnya. Pada Sub BWK ini dikembangkan pula sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi sebagai sumber oksigen Kecamatan Cipondoh.
4) Sub BWK D.
Sub Bagian Wilayah Kota ini terdiri dari 6 unit lingkungan dengan luas 532,98 ha. Pada sub BWK ini kegiatan utamanya adalah industri kecil, perdagangan dan jasa. Untuk pengembangan perumahan diarahkan pada lahan-lahan yang masih kosong yang potensial untuk dibangun. Di sepanjang Kali Angke perlu adanya pengembangan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai sempadan dan pelindung di sepanjang kali.
6. Lokasi Kampung Kumuh
Berdasarkan Buku Laporan Akhir Peyusunan Pola dan Strategi penataan Kampung Kumuh Kota Tangerang yang disusun pada tahun 2000, Lokasi kampung kumuh di kecamatan Cipondoh tersebar di beberapa lokasi Kelurahan antara lain : Kelurahan Poris Plawad (Kp. Poris Plawad Gg. Sawo III RT. 01 & 04 RW. 03, RW: 02,04,05,01,06), Kelurahan Ketapang (RT. 03/04, RT. 04/04, RT. 01/05), Kelurahan Poris Plawad Indah (RT. 02 /01), Kelurahan Poris Plawad Utara (RW: 01,02,03,04,05), Kelurahan Cipondoh Makmur (RW 01,09).
7. Data dan Rencana Jaringan Air Besih
Pemenuhan kebutuhan air bersih penduduk wilayah Kecamatan Cipondoh saat ini berasal dari beberapa jenis sumber yaitu :
- Sistem Perpipaan, yang dikelola oleh PDAM dan Swasta.
- Air Tanah terutama melalui sumur dangkal dan sumur pompa dangkal.
- Air permukaan.
Penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan di Kecamatan Cipondoh dikelola oleh PDAM Kota Tangerang serta pihak swasta, sedangkan untuk kebutuhan air bersih untuk non perpipaan pelayanannya dilakukan secara komunal pada tiap rumah tangga. Untuk kebutuhan air bersih sistem perpipaan, sumber air baku untuk sarana air bersih ini berasal dari air Sungai Cisadane dan air tanah dengan 4 unit instalasi pengolahan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan kebutuhan air bersih pun akan semakin meningkat. Dari hasil perhitungan direncanakan tingkat pelayanan akan ditingkatkan secara bertahap. Pemenuhan dengan sistem perpipaan tersebut untuk masa yang akan datang sangat penting, meningkat ketersediaan air tanah bagi kebutuhan air bersih penduduk yang selama ini belum terlayani sistem perpipaan akan semakin berkurang.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan, PDAM Kota Tangerang merencanakan akan mengadakan kerjasama dengan pihak swasta sebesar 100 l / detik. Pihak swasta belum memiliki jaringan pipa distribusi, sehingga selama ini penjualan air dilakukan dengan menggunakan mobil tangki. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih maka perlu dilakukan analisis perkiraan air bersih di masa yang akan datang. Dari hasil analisis, diperkirakan kebutuhan air bersih pada tahun 2014 mencapai 286 lt/detik. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa dari waktu ke waktu terdapat lonjakan jumlah kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Sehungga untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan adanya peningkatan sistem secara meyeluruh mulai dari air baku, trnasmisi dan distribusi, serta instalasi produksi pengolahan air bersih. Namun dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekarang dan masa yang akan datang perlu adanya instalasi pengolahan air bersih dan perlu adanya sistem distribusi yang baik.
TABEL
KEBUTUHAN AIR BERSIH KECAMATAN CIPONDOH
TAHUN 2009 DAN 2014
|
No. |
Uraian |
Satuan |
Tahun |
|
|
2009 |
2014 |
|||
|
1. |
Jumlah Total Penduduk |
Jiwa |
135.752 |
137.289 |
|
|
Tingkat pelayanan air bersih |
|
|
|
|
|
Sistem perpipaan : |
% |
70 |
80 |
|
|
a. Sambungan Rumah |
% |
95 |
95 |
|
|
b. Hidran Umum |
% |
5 |
5 |
|
2. |
Jumlah Penduduk Terlayani : |
Jiwa |
95.026 |
109.831 |
|
|
a. Sambungan Rumah |
Jiwa |
90.275 |
104.340 |
|
|
b. Hidran Umum |
Jiwa |
4.751 |
5.492 |
|
3. |
Kebutuhan Air Bersih |
|
|
|
|
|
a. Sambungan Rumah (SR) |
l/jiwa/hari |
150 |
150 |
|
|
b. Hidran Umum (HU) |
l/jiwa/hari |
30 |
30 |
|
4. |
Kebutuhan Air Domestik |
|
|
|
|
|
a. Sambungan Rumah |
liter/hari |
13.541.262 |
15.650.946 |
|
|
b. Hidran Umum |
liter/hari |
142.540 |
164.747 |
|
|
c. Total kebutuhan |
liter/hari |
13.683.802 |
15.815.693 |
|
5. |
Kebutuhan Air Non-Domestik |
|
|
|
|
|
a. Persentase dari keb. Domestik |
% |
20 |
20 |
|
|
b. Debit kebutuhan air non-domestik |
liter/hari |
2.736.760 |
3.163.139 |
|
6. |
Kebutuhan Rata-Rata |
liter/hari |
16.420.562 |
18.978.831 |
|
liter/det |
190 |
220 |
||
|
7. |
Kebocoran Air Bersih |
|
|
|
|
|
a. Persentase kebocoran |
% |
30 |
30 |
|
|
b. Debit kebocoran |
liter/det |
57 |
66 |
|
8. |
Total Kebutuhan Air Bersih |
liter/det |
247 |
286 |
|
9. |
Faktor maksimum harian |
|
1 |
1 |
Sumber : Hasil Analisis RDTR Kec. Cipondoh Th. 2004
Berita Lainnya
- Senin, 22 April 2013 : SMPN 9 Matangkan Persiapan Ujian Nasional
- Selasa, 23 April 2013 : Digelar Bintek Pengelolaan Perpustakaan Terbaik
- Kamis, 25 April 2013 : Jadilah Wanita Hebat bagi Suami, Anak & Masyarakat
- Jumat, 26 April 2013 : Karang Tengah Siap Ramaikan Pawai Taaruf MTQ Banten
- Selasa, 30 April 2013 : Hatinya PKK 2 RW di Bugel Siap Dinilai Tim Pusat
- Selasa, 30 April 2013 : Siap Digelar Sosialisasi Aneka Pangan Lokal
- Sabtu, 04 Mei 2013 : PPK Karawaci Lakukan Pendataan Pemilih
- Jumat, 17 Mei 2013 : PPK Karang Tengah Lengkapi Struktural Sekretariat
- Selasa, 21 Mei 2013 : Hak Pilih Diakui, Pensiunan TNI/Polri Harus Rubah KTP
- Selasa, 21 Mei 2013 : 400 Kader Posyandu-PKK Ikuti Seminar Go Red For Woman
