Rabu, 10 Februari 2010
Selamat Datang di Website Pemerintah Kota Tangerang
BERANDA
ASPIRASI WARGA
PEMERINTAHAN
KEADAAN KOTA
KHASANAH



BERITA
  Tulisan ke- dari 283
 
Kamis, 29 Oktober 2009
Lantai Jelek Dibongkar, Dinding Bergelobang Ditulis Jelek

ADA yang menghangatkan Kota Tangerang dalam sebulan di bulan Oktober 2009 – Walikota Tangerang H. Wahidin Halim gencar turun ke bawah (turba) atau bisa juga disebut inspeksi mendadak (sidak) ke proyek-proyek APBD 2009 – serupa turba atau sidak sebelum-sebelum banyak terjadi keriuhan menuju kebaikan.

Di mulai kunjungannya ke proyek-proyek di Kecamatan Cipondoh, lalu menyusul ke pengerjaan proyek-proyek di kecamatan lain, walikota spontan menginspeksi kualitas proyek-proyek. Hasilnya, dia menemukan banyak pengerjaan proyek tak sesuai spesifikasi atau dikerjakan kurang baik.

Walikota H. Wahidin Halim menyemprot kata jelek di dinding proyek posyandu yang dikerjakan pemborong bergelombang

Misalnya di salah satu posyandu di Cipondoh, terlihat pemasangan lantai keramiknya tak sesuai kualitasnya, maka dengan berbekal linggis yang ditemukan di lokais proyek, walikota langsung membongkar sebagian lantai keramik. Setelah dia meminta agar pemborongnya untuk memperbaiki lantai itu dengan keramik sesuai kualitasnya.

Kemudian saat dia melihat pengerjaan proyek pemasangan dinding kurang bergelombang di proyek posyandu lainnya – walikota yang kali ini membawa cat semprot – langsung menulis kata-kata “jelek” di dinding tersebut. Bahkan tanda silang pun diberinya kepada bagian-bagian proyek-proyek lain yang dinilai dikerjakan kurang berkualitas.

Sejumlah proyek pembangunan jalan, saluran air, dan gedung sekolah pun tak lepas dari pengawasannya. Ada saja kualitas proyek yang disoroti karena memang terlihat dikerjakan tak sesuai harapan. Serupa penandaan pada proyek posyandu, di proyek-proyek ini walikota pun memberi tanda untuk diperbaiki.

Putuskan Kontrak Kerja
Walikota H. Wahidin Halim dalam sidak diikuti Wakil Walikota H. Arief R Wismansyah, Sekda HM Harry Mulya Zein, dan sejumlah pejabat teknis itu berulangkali mengutarakan dirinya tak akan segan-segan untuk menegur, memberi peringatan, bahkan menghentikan kontrak kerja bila pemborong yang mengerjakan proyek setelah ditegur dan diperingati tetap saja tak mengerjakan proyek sesuai spesifikasi.

Tentu saja, aksi keras menuju kebaikan dari walikota ini membuat gerah rekanan pemborong proyek-proyek APBD Kota Tangerang 2009. Konon sebagian dari pemborong menjadi was-was kena semprot walikota. Namun tentu saja bagi yang telah mengerjakan sesuai spesifikasi tenang-tenang saja, karena yakin tak akan kena semprit walikota.

Akhirnya di penghujung Oktober pun ada satu pemborong yang diputus kontrak kerjanya. Perusahaan hanya dibayar sesuai kualitas pekerjaan yang telah dikerjakannya melalui penilaian yang dilakukan tim penilai.
 
Suara Dukungan 
Warga Kota Tangerang yang melihat sendiri aksi walikota atau membaca laporan jurnalistik dari media-massa nasional dan lokal memberi dukungan kepada aksi walikota ini. “Ya memang jangan dibiarkan pemborong mengerjakan proyek dengan cari untung sebanyak-banyaknya dan mengabaikan kualitas pengerjaannya. Setuju pak, kalau perlu sering-sering disidak,” tutur M Kholidy, warga Batuceper.

Dukungan moral pun datang dari Wakil Ketua DPPRD Kota Tangerang H. Karnadi. Menurutnya sidak walikota sangat perlu untuk mengecek langsung pengerjaan proyek-proyek yang memanfaatkan dana APBD.  Hal inipun memberi pesan agar pemborong harus bersungguh-sungguh dalam mengerjakan proyek. ***

()

 
BERITA LAINNYA Prev     26     27     28     29     Next
 
Jum'at, 29 Januari 2010
Ribuan Keluarga Miskin Larangan Peroleh Kartu Multi Guna

SEBANYAK 6.841 keluarga  miskin di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, dalam pekan ini tengah  berproses difoto  untuk pembuatan Kartu Multi Guna (KMG).



Jum'at, 29 Januari 2010
Roda Produksi Pabrik Kota Tangerang Tak Terganggu

RODA produksi pabrik-pabrik di Kota Tangerang tetap berjalan meskipun sejumlah pekerja turut-serta dalam aksi unjuk-rasa Gerakan Indonesia Bersih (GIB) di Gedung DPRRI dan Istana Negara, Kamis (28/1).



Jum'at, 29 Januari 2010
Digagas Perpanjang Lintas KA Beos, Tangerang, Perumnas Karawaci

LAGI, gagasan spektakuler dalam moda transportasi massal diletupkan Pemerintah Kota Tangerang dibawah kepemimpinan Walikota H. Wahidin Halim yaitu transportasi kereta api dari Stasiun Beos Jakarta, Stasiun Kota Tangerang, dan Stasiun Perumnas Karawaci.