BERANDA
ASPIRASI WARGA
PEMERINTAHAN
KEADAAN KOTA
KHASANAH









BERITA
  Tulisan ke- dari 464
 
Kamis, 29 Oktober 2009
Lantai Jelek Dibongkar, Dinding Bergelobang Ditulis Jelek

ADA yang menghangatkan Kota Tangerang dalam sebulan di bulan Oktober 2009 – Walikota Tangerang H. Wahidin Halim gencar turun ke bawah (turba) atau bisa juga disebut inspeksi mendadak (sidak) ke proyek-proyek APBD 2009 – serupa turba atau sidak sebelum-sebelum banyak terjadi keriuhan menuju kebaikan.

Di mulai kunjungannya ke proyek-proyek di Kecamatan Cipondoh, lalu menyusul ke pengerjaan proyek-proyek di kecamatan lain, walikota spontan menginspeksi kualitas proyek-proyek. Hasilnya, dia menemukan banyak pengerjaan proyek tak sesuai spesifikasi atau dikerjakan kurang baik.

Walikota H. Wahidin Halim menyemprot kata jelek di dinding proyek posyandu yang dikerjakan pemborong bergelombang

Misalnya di salah satu posyandu di Cipondoh, terlihat pemasangan lantai keramiknya tak sesuai kualitasnya, maka dengan berbekal linggis yang ditemukan di lokais proyek, walikota langsung membongkar sebagian lantai keramik. Setelah dia meminta agar pemborongnya untuk memperbaiki lantai itu dengan keramik sesuai kualitasnya.

Kemudian saat dia melihat pengerjaan proyek pemasangan dinding kurang bergelombang di proyek posyandu lainnya – walikota yang kali ini membawa cat semprot – langsung menulis kata-kata “jelek” di dinding tersebut. Bahkan tanda silang pun diberinya kepada bagian-bagian proyek-proyek lain yang dinilai dikerjakan kurang berkualitas.

Sejumlah proyek pembangunan jalan, saluran air, dan gedung sekolah pun tak lepas dari pengawasannya. Ada saja kualitas proyek yang disoroti karena memang terlihat dikerjakan tak sesuai harapan. Serupa penandaan pada proyek posyandu, di proyek-proyek ini walikota pun memberi tanda untuk diperbaiki.

Putuskan Kontrak Kerja
Walikota H. Wahidin Halim dalam sidak diikuti Wakil Walikota H. Arief R Wismansyah, Sekda HM Harry Mulya Zein, dan sejumlah pejabat teknis itu berulangkali mengutarakan dirinya tak akan segan-segan untuk menegur, memberi peringatan, bahkan menghentikan kontrak kerja bila pemborong yang mengerjakan proyek setelah ditegur dan diperingati tetap saja tak mengerjakan proyek sesuai spesifikasi.

Tentu saja, aksi keras menuju kebaikan dari walikota ini membuat gerah rekanan pemborong proyek-proyek APBD Kota Tangerang 2009. Konon sebagian dari pemborong menjadi was-was kena semprot walikota. Namun tentu saja bagi yang telah mengerjakan sesuai spesifikasi tenang-tenang saja, karena yakin tak akan kena semprit walikota.

Akhirnya di penghujung Oktober pun ada satu pemborong yang diputus kontrak kerjanya. Perusahaan hanya dibayar sesuai kualitas pekerjaan yang telah dikerjakannya melalui penilaian yang dilakukan tim penilai.
 
Suara Dukungan 
Warga Kota Tangerang yang melihat sendiri aksi walikota atau membaca laporan jurnalistik dari media-massa nasional dan lokal memberi dukungan kepada aksi walikota ini. “Ya memang jangan dibiarkan pemborong mengerjakan proyek dengan cari untung sebanyak-banyaknya dan mengabaikan kualitas pengerjaannya. Setuju pak, kalau perlu sering-sering disidak,” tutur M Kholidy, warga Batuceper.

Dukungan moral pun datang dari Wakil Ketua DPPRD Kota Tangerang H. Karnadi. Menurutnya sidak walikota sangat perlu untuk mengecek langsung pengerjaan proyek-proyek yang memanfaatkan dana APBD.  Hal inipun memberi pesan agar pemborong harus bersungguh-sungguh dalam mengerjakan proyek. ***

()

 
BERITA LAINNYA Prev     46     47     Next
 
Jum'at, 30 Juli 2010
WH BERI INSENTIF 2.297 GURU NGAJI

Sepekan di akhir Juli, menjelang Ramadhan, kegembiraan ribuan guru ngaji di Kota angerang terpancar karena pengabdian mereka membentengi akhlak masyarakat, khususnya pembentukan akhlakul karimah anak-anak, mendapat penghargaan dari pemkot Tangerang dibawah kepemimpinan walikota H. Wahidin Halim berupa pemberian uang insentif.



Jum'at, 30 Juli 2010
SMP Intelektual Muslim Budayakan Gemar Baca Buku

Membaca buku  memang kegiatan yang sederhana. Namun di SMP Intelektual Muslim para siswanya dididik agar gemar membaca buku dan diajarkan bagaimana metode membaca yang efektif  sehingga mampu menyerap isi buku dengan baik. Lewat kebiasaan membaca buku pula, maka si anak ternyata lebih kreatif.



Kamis, 29 Juli 2010
BEBAS ASAP ROKOK KOTA TANGERANG SEBAIKNYA DITERUSKAN

Peraturan Walikota Tangerang no.54 tahun 2008 tentang kawasan bebas asap rokok di sekolah-sekolah terus diperluas wilayahnya. Saat ini selain lokasi pendidikan, tempat yang merupakan fasilitas umum milik pemerintah kota Tangerang juga diberlakukan himbauan yang sama.



Kamis, 29 Juli 2010
RUMAH PENA, Warnai Kebangkitan Penulis di Kota Tangerang

Budaya menulis ternyata tengah tumbuh dan berkembang di Kota Tangerang.  Salah satu penggiatnya adalah RUMAH PENA yang hadir menjadikannya sebagai wadah belajar bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk bisa menjadi penulis handal. Komunitas ini, kini turut mewarnai ragam potensi seni budaya di kota yang dipimpin oleh walikota, yang juga telah menulis belasan buku bernuansa religi.